Meluncurkan produk baru adalah momen penting dalam perjalanan sebuah brand. Bisa dibilang, ini adalah momen “perkenalan pertama” ke publik—dan kesan pertama sangat menentukan. Di balik gemerlap kampanye dan postingan media sosial yang tampak rapi dan meyakinkan, ada sosok di balik layar yang memegang peran penting: Digital Marketing Manager.

Tugas mereka bukan sekadar “posting pengumuman” lalu selesai. Mereka harus menyusun strategi yang kuat, membangun antisipasi, memastikan pesan sampai ke target audiens, dan mendorong konversi. Yuk, kita bongkar apa saja yang sebenarnya dilakukan oleh seorang Digital Marketing Manager saat menghadapi momen krusial: launching produk baru.

1. Riset Pasar & Analisis Audiens

Sebelum meluncurkan produk, hal pertama yang dilakukan adalah memahami pasar. Seorang Digital Marketing Manager akan mencari tahu:

• Siapa target audiens produk ini?

• Apa pain point atau kebutuhan utama mereka?

• Siapa kompetitor terdekat dan bagaimana mereka meluncurkan produk sejenis?

• Platform mana yang paling sering digunakan target audiens?

Ini penting agar strategi launching tidak sekadar keren, tapi relevan dan tepat sasaran.

2. Menyusun Strategi Go-To-Market (GTM)

Strategi GTM (Go-To-Market) adalah semacam “peta tempur” untuk peluncuran produk. Digital Marketing Manager akan menyusun:

• Tujuan kampanye (awareness, traffic, leads, sales)

• Channel yang akan digunakan (social media, email, ads, influencer, dll.)

• Alur komunikasi dan konten

• Timeline lengkap: dari teaser sampai post-launch

• Key Metrics (KPI) yang ingin dicapai

Di tahap ini, perencanaan adalah segalanya. Karena kampanye launching yang terlihat spontan pun sebenarnya sangat terstruktur.

3. Membangun Buzz: Teaser & Pre-Launch Campaign

Sebelum produk benar-benar diluncurkan, tugas selanjutnya adalah membangun rasa penasaran. Di sinilah Digital Marketing Manager memainkan peran kreatif:

•Membuat teaser video atau konten “coming soon”

• Email marketing dengan countdown

• Posting sneak peek di media sosial

• Kolaborasi dengan micro-influencer untuk memberi bocoran

Tujuannya: bikin audiens penasaran dan menantikan hari peluncuran.

4. Menyiapkan Konten Launching: Jangan Cuma Satu Postingan!

Salah satu kesalahan umum saat launching adalah hanya fokus ke hari H. Padahal, konten yang dibutuhkan mencakup:

• Konten pre-launch: teaser, behind the scenes, build-up

• Konten launching: pengumuman resmi, video produk, highlight fitur

• Konten edukasi: manfaat produk, cara pakai, Q&A

• Konten testimoni: dari beta tester atau user pertama

• Konten penawaran: promo early bird, diskon terbatas, bundle

Digital Marketing Manager akan memastikan semua konten ini tersusun rapi, konsisten dengan branding, dan menyasar channel yang sesuai.

5. Menyiapkan Iklan Digital & Targeting yang Tepat

Tak cukup hanya organik. Biasanya, peluncuran produk baru juga diiringi dengan iklan berbayar (paid ads). Peran Digital Marketing Manager:

• Menentukan platform iklan: Google Ads, Meta Ads, TikTok Ads, dll.

• Membuat copywriting dan visual ads yang menarik

• Menentukan segmentasi audiens berdasarkan data

• Melakukan A/B testing untuk kampanye iklan

Di sini, kemampuan analisis dan kreativitas harus berjalan beriringan. Karena budget terbatas, tapi ekspektasi tinggi? Sudah biasa.

6. Bekerja Sama dengan Tim Lain (dan Menjadi Jembatan)

Seorang Digital Marketing Manager juga jadi “penghubung” antara berbagai tim:

• Tim produk: untuk memahami fitur & keunggulan

• Tim desain: untuk materi visual

• Tim konten: untuk naskah dan storytelling

• Tim sales atau customer service: agar siap menjawab pertanyaan pelanggan

Komunikasi antar-tim ini penting agar peluncuran terasa kohesif dan profesional.

7. Monitoring Real-Time Saat Launching

Begitu hari launching tiba, bukan berarti selesai. Justru saat itulah Digital Marketing Manager harus standby penuh:

• Memantau performa konten dan iklan secara real-time

• Merespons komentar atau feedback dari audiens

• Menyesuaikan strategi dengan cepat jika ada yang tidak sesuai rencana

• Melacak traffic, klik, leads, dan konversi

Peluncuran adalah saat penuh adrenalin. Tapi juga salah satu yang paling memuaskan jika dijalankan dengan baik.

8. Post-Launch: Evaluasi & Optimasi

Setelah launching lewat, bukan berarti pekerjaan selesai. Justru saatnya analisis performa kampanye:

• Apakah target KPI tercapai?

• Konten mana yang paling efektif?

• Iklan mana yang menghasilkan konversi terbaik?

• Apa feedback dari audiens?

Digital Marketing Manager akan merangkum data ini untuk laporan evaluasi, dan menyusun strategi selanjutnya, seperti campaign retargeting, loyalty program, atau upselling.

Kesimpulan

Launching produk bukan hanya soal “muncul di feed” atau “viral sesaat”. Ini adalah proses strategis yang melibatkan banyak elemen, mulai dari riset, perencanaan, konten, distribusi, hingga analitik.

Kalau kamu sedang mempersiapkan launching produk baru, pastikan tidak hanya fokus ke produknya saja. Tapi juga bagaimana kamu memperkenalkan dan membawanya ke hati audiens. Karena produk bagus saja belum cukup, kalau tidak dikemas dengan strategi yang tepat.